Selamat Datang ... Welcome To My Blog ... Wilujeng Sumping ... Sugeng Rawuh ... Rahajeng Rauh ... Onomi Fokha ... Salama Engka

Kamis, 03 Agustus 2017

7. Organisasi Internasional



1.       Perdamaian Dunia
Hubungan antarnegara tidak selalu diwarnai oleh suasana yang tertib, dan aman, tetapi kadang-kadang terjadi perang atau pertikaian politik. Pertikaian politik tersebut sering tidak hanya melibatkan satu atau dua negara, tetapi juga menyeret kelompok-kelompok negara atau antarkawasan dunia.
Sebab-sebab munculnya perang antara lain adalah :
1.       Adanya keinginan suatu negara atau kelompok negara untuk memperoleh daerah strategis, basis militer, dan sebagainya
2.       Keinginan mencari daerah baru untuk menanamkan modal surplus serta pemasaran barang-barang negara yang mendominasi
3.       Keinginan untuk memperoleh prestise politik yang datang sebagai akibat kemenangan perang suatu negara.
Sekalipun situasi dunia sekarang ini terkesan aman dan jauh dari konflik-konflik yang melibatkan kekuatan persenjataan (perang terbuka), tetapi tidak berarti bahwa hubungan internasional terjamin tetap aman. Dengan demikian upaya setiap negara untuk selalu menjaga perdamaian dunia harus dilakukan secara terus menerus melalui jalan diplomasi dan menghargai hak asasi manusia.
Masalah perdamaian dunia sesungguhnya didambakan oleh semua bangsa yang beradab. Karena secara fisik maupun psikis (kejiwaan), hati nurani manusia sangat merindukan rasa damai, aman, tertib dan tenteram dalam suasana perikeadilan dan perikemanusiaan.

2.       Dasar-dasar perdamaian dunia
Dasar idiil kebijakan politik luar negeri Indonesia adalah sejiwa dengan Pancasila dan UUD 1945.
Tanggung jawab moral bangsa Indonesia yang bertujuan melaksanakan ketertiban dunia dan perdamaian dunia, didasarkan pada pengalaman masa Perang Dunia II.
Banyaknya negara yang terlibat Perang Dunia II, seperti Amerika Serikat, Inggris, Prancis dan Cina menimbulkan kerugian di berbagai bidang kehidupan sehingga dapat mengancam kelangsungan hidup suatu bangsa.
Kenyataan inilah yang melatarbelakangi pemikiran para pemimpin negara untuk membangun dasar-dasar bagi hubungan antarbangsa agar dapat menentukan nasibnya sendiri secara demokratis. Untuk itulah masyarakat internasional memandang perlu membentuk badan internasional yang bertujuan memelihara ketertiban dan perdamaian dunia. Pada tanggal 24 Oktober 1945 secara resmi berdirilah PBB sebagai wadah dalam upaya penyelesaian konflik-konflik bilateral, regional maupun multilateral.
Indonesia telah mengambil bagian dalam kegiatan-kegiatan internasional untuk mewujudkan tujuan-tujuan PBB tersebut dalam mewujudkan tujuannya PBB telah banyak membantu negara-negara anggota dalam menyelesaikan masalah-masalah politik, ekonomi, sosial, budaya maupun hak asasi.

3.       Tujuan perdamaian
Salah satu tujuan berdirinya PBB adalah untuk menjamin perdamaian dan keamanan setiap anggota sehingga para anggota dapat terjamin kelangsungan hidupnya dan tidak ada tekanan dari negara lain.
Dalam mukadimah PBB disebutkan bahwa tekad semua anggota PBB adalah sebagai berikut :
a.       Menyelamatkan angkatan yang datang dari perang.
b.       Memperkuat kepercayaan pada hak-hak asasi manusia, martabat, harga diri manusia, persamaan hak asasi pria dan wanita dan bangsa-bangsa besar maupun kecil.
c.       Menetapkan syarat-syarat di bawah nama keadilan dan kehormatan agar kewajiban-kewajiban yang timbul akibat perjanjian dan sumber-sumber hukum internasional dapat terpelihara.
d.       Memajukan kehidupan sosial dan tingkat hidup yang lebih baik dalam kehidupan yang lebih besar.

4.       Keamanan dan ketertiban dunia sebagai tujuan bersama
Dalam rangka untuk mewujudkan keamanan dan ketertiban dunia sebagai tujuan bersama, maka PBB sebagai organisasi tingkat dunia mempunyai dewan keamanan. Dewan ini terdiri atas lima anggota tetap, yaitu Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Cina dan Rusia serta sepuluh anggota tidak tetap yang dipilih untuk masa dua tahun oleh majelis umum menjamin keamanan dunia dan ketertiban dunia sebagai tujuan bersama, Dewan Keamanan PBB mempunyai fungsi untuk memelihara perdamaian dunia dan keamanan internasional selaras dengan asas dan tujuan PBB. Dewan keamanan juga menyelidiki tiap-tiap persengketaan atau situasi yang dapat menimbulkan pergeseran internasional serta mengusulkan cara-cara penyelesaiannya.
Peranan Dewan Keamanan PBB dalam menyelesaikan krisis internasional guna mewujudkan ketertiban dunia pernah dirasakan Indonesia, ketika Belanda melakukan Agresi I pada tanggal 21 Juli 1947. Pada waktu itu PBB membentuk KTN  (Komisi Tiga Negara) atau UNCI (United Nations Comisioner for Indonesia) dengan anggota Australia, Belgia dan Amerika Serikat untuk menyelesaikan pertikaian Indonesia – Belanda.
1.      Assosiation of South East Asian Nations (ASEAN)           

2.       Sejarah singkat
ASEAN (Assosiation of South East Asian Nations) adalah suatu organisasi kerjasama regional antara negara-negara di kawasan Asia Tenggara yang didirikan untuk memperkuat kedudukan dan stabilitas sosial ekonomi, ASEAN didirikan atas dasar adanya kesamaan budaya dan pola hidup yang relatif sama di negara-negara kawasan ini pada tanggal 8 Agustus 1967.
Persamaan nasib sebagai negara yang pernah mengalami penjajahan bangsa barat menimbulkan perasaan setia kawan yang kuat dikalangan bangsa-bangsa Asia Tenggara. Sehubungan dengan hal ini para menteri luar negeri Asia Tenggara : Adam Malik (Indonesia), Rajaratnam (Singapura), Narsisco Ramos (Filipina), Tun Abdul Razak (Malaysia), dan Thanat Khoman (Muangthai), merasa terpanggil untuk membentuk suatu kerjasama regional di kawasan Asia Tenggara (ASEAN).

3.       Asas ASEAN
ASEAN sebagai organisasi kerjasama regional di Asia Tenggara menganut asas keanggotaan terbuka. Ini berarti bahwa ASEAN memberi kesempatan kerjasama kepada negara-negara lain yang berada di kawasan Asia Tenggara.

4.       Tujuan ASEAN
      Adapun tujuan ASEAN adalah :
a.        Mempercepat pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial, serta pengembangan kebudayaan di kawasan Asia Tenggara melalui usaha bersama dalam semangat kesamaan dan persahabatan.
b.        Meningkatkan perdamaian dan stabilitas regional dengan jalan menghormati keadilan dan tertib hukum dalam hubungan antarnegara di kawasan Asia Tenggara.
c.        Meningkatkan kerjasama yang aktif serta saling membantu satu sama lain dalam masalah-masalah kepentingan bersma di bidang sosial, ekonomi, budaya, teknik dan pendidikan.
d.        Meningkatkan industri, pertanian, perdagangan komoditas internasional, serta perbaikan sarana transportasi dan komunikasi dengan bekerjasama secara efektif.
e.        Meningkatkan studi tentang Asia Tenggara.
f.          Memelihara kerjasama yang erat dengan organisasi-organisasi internasional dan regional.

5.       Struktur ASEAN
a.       Sebelum KTT di Bali 23-24 Pebuari 1976
1)            ASEAN ministerial meeting (sidang tahunan para menteri)
2)            Standing committee ( Badan yang bersidang diantara dua sidang Menlu
Negara-negara ASEAN untuk menangani persoalan-persoalan yang memerlukan keputusan para menteri )
3)            Komite-komite tetap dan komite-komite khusus
4)            Sekretariat nasional ASEAN pada setiap ibu kota negara-negara anggota
      ASEAN

b. Setelah KTT Bali 1976 (di Kuala Lumpur pada 4-5 Agustus 1977 peserta KTT
     telah menyepakati dan mengesahkan struktur organisasi ASEAN )
1)      Summit Meeting (pertemuan kepala pemerintahan)
2)      ASEAN Ministerial Meeting (sidang tahunan para menteri luar negeri)
3)      Sidang para menteri lainnya (non-ekonomi)
4)      Standing Committee
5)      Komite-komite
Dalam KTT ini disetujui pula tempat sekretaris ASEAN di Jakarta. Sekretariat ASEAN dipimpin oleh sekretariat jenderal atas pengangkatan oleh para menlu ASEAN secara bergilir dengan masa jabatan dua tahun di bantu oleh staf regional dan staf lokal.

1.       Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB)

1.       Sejarah singkat
Sebelum PBB (United Nation Organization) berdiri, sebenarnya telah ada organisasi internasional yang bercita-cita ingin mewujudkan perdamaian dunia, yaitu LBB (Liga Bangsa-Bangsa). LBB diprakarsai oleh Woodrow Wilson presiden Amerika Serikat dan berdiri pada tanggal 10 Januari 1920.
LBB gagal mewujudkan misinya, terbukti dengan munculnya persengketaan politik antar anggotanya yang berakibat timbulnya Perang Dunia II. Kegagalan LBB menyebabkan sejumlah pemimpin negara besar memprakarsai pembentukan organisasi alternatif yang dapat mencegah terjadinya perang dan mengupayakan perdamaian dunia.
Organisasi yang bersifat internasional mulai dirintis sejak Perang Dunia I (1914-1918). Gagasan pendirian PBB diprakarsai oleh Amerika Serikat tahun 1915, Amerika  Serikat berhasil menuangkan suatu konsep yang dirumuskan oleh beberapa tokoh di Inggris mengenai pembentukan “Liga” dengan tujuan untuk menghindarkan ancaman peperangan.
Atas usulan presiden Amerika Serikat  Woodrow Wilson, pada tanggal 10 Januari 1920 dibentuk suatu organisasi internasional yang diberi nama Liga Bangsa-bangsa (League of Nations). Tujuan Liga Bangsa-Bangsa ini adalah mempertahankan perdamaian internasional dan meningkatkan kerjasama internasional.
Akan tetapi LBB tidak mampu menciptakan perdamaian dunia. Perang Dunia II pun meletus. Kemudian Presiden Amerika Serikat Franklin Delano Roosevelt dan PM Inggris Winston Churchil mengadakan pertemuan yang menghasilkan Piagam Atlantik (Atlantik Charter). Pokok-pokok Piagam Atlantik itu pada tanggal 14 Agustus 1941 menjadi dasar konferensi internasional dalam penyelesaian Perang Dunia II dan menuju pembentukan PBB.
Beberapa pertemuan sebelum terbentuknya PBB antara lain :
a.       Tanggal 30 Oktober 1943, di Moskow dilahirkan Deklarasi Moskow tentang keamanan umum yang ditandatangani oleh Inggris, USA, Rusia, Cina yang mengakui pentingnya organisasi internasional demi perdamaian dunia.
b.       Tanggal 21 Agustus 1944, di Washington DC, dilangsungkan Konferensi Dumbarton Oaks (Dumbarton Oaks Conference) yang diikuti oleh 39 negara yang membahas tentang rencana mendirikan PBB.
c.       Pada pertemuan Dumbarton Oaks, Washington DC, tanggal 21 Agustus – 7 Oktober 1945 dipersiapkan Piagam PBB.
d.       Piagam PBB ditandatangani di San Fransisco tanggal 26 Juni 1945 dan mulai berlaku tanggal 24 Oktober 1945, diikuti oleh 50 negara, yaitu 47 negara penandatanganan Declaration of United Nations ditambah dengan Ukraina, Belorusia dan Argentina. Mereka disebut negara pendiri (original members).

2.       Asas organisasi PBB
Asas-asas PBB adalah sebagai berikut :
a.       Berdasarkan persamaan kedaulatan dari semua anggotanya
b.       Semua anggota harus memenuhi dan ikhlas kewajiban-kewajiban mereak sebagaimana tercantum dalam Piagam PBB
c.       Semua anggota harus menyelesaikan persengketaan internasional dengan jalan damai tanpa membahayakan perdamaian, keamanan dan keadilan
d.       Semua anggota harus menjauhi dalam hubungan-hubungan internasional dengan penggunaan ancaman atau kekerasan terhadap negara lain.


3.       Tujuan organisasi PBB
a.       Memelihara perdamaian dan keamanan internasional
b.       Mengembangkan hubungan-hubungan persaudaraan antarbangsa
c.       Menciptakan kerjasama dalam memecahkan masalah usaha internasional dalam bidang ekonomi, sosial budaya dan hak asasi
d.       Menjadikan PBB sebagai pusat usaha dalam mewujudkan tujuan bersama dan cita-cita bersama

4.       Struktur organisasi PBB
                Konferensi San Fransisco menghasilkan suatu piagam yang menyebutkan organ-organ  utama PBB yait :
a.       Majelis umum (General Assembly)
b.       Dewan keamanan (Security Council)
c.       Dewan ekonomi dan sosial (Economic and Social Council)
d.       Dewan perwakilan (Trusteeship Council)
e.       Mahkamah internasional (International Court of Justice)
f.         Sekretariat
3. Organisasi Internasional Lain

1.       MEE (Masyarakat Ekonomi Eropa)
      Masyarakat Ekonomi Eropa (European Economic Community, EEC) adalah organisasi yang bersifat regional yang wilayah kerjanya meliputi kawasan Eropa Barat. MEE dibentuk berdasarkan perjanjian. Perjanjian Roma pada tanggal 25 Maret 1957 yang berlaku mulai tanggal 1 Januari 1958. Berdirinya organisasi ini dilatarbelakangi oleh kesulitan-kesulitan ekonomi yang dihadapi negara-negara Eropa Barat akibat Perang Dunia II.
Ide integrasi ekonomi Eropa melalui pasar tunggal Eropa tahun 1992 selanjutnya menggeser istilah MEE menjadi ME (Masyarakat Eropa : European Community), karena jangkauannya lebih luas. Selanjutnya KTT Madrid yang beranggotakan 12 negara ME bertekad mewujudkan mata uang tunggal Eropa menjelang tahun 1999, yang bernama Euro.

Tujuan MEE
a.       Integrasi Eropa dengan cara memajukan perekonomian, memperbaiki taraf hidup dan memperluas lapangan pekerjaan
b.       Memajukan perdagangan dan menjamin adanya persaingan bebas dan keseimbangan perdagangan antarnegara anggota
c.       Menghapus semua halangan yang menghambat laju perdagangan internasional
d.       Memperluas hubungan dengan negara-negara di luar MEE

Badan-badan MEE :
a.       Assembly
b.       The Councile (dewan menteri MEE)
c.       Commisions (badan pengurus harian MEE)
d.       The Court of Justice (Mahkamah peradilan MEE)

2.       OPEC (Organization of Petroleum Exporting Countries)
OPEC dibentuk akibat penurunan harga minyak oleh perusahaan minyak raksasa, seperti Shell, Britain Petroleum, Texas, Exxon, Socal dan Gulf.
Perusahaan minyak raksasa mengusai pasaran dan memonopoli minyak dengan memasarkannya ke negara-negara industri besar, seperti Amerika Serikat, Jerman dan Jepang.
Sementara itu negara-negara penghasil minyak mengalami kerugian parah. Oleh karena itu, negara-negara Timur Tengah berusaha merebut pasaran dan mengadakan perundingan tanggal 11-14 September 1960 di Bagdad (Irak) dan mendirikan OPEC dengan anggota Arab Saudi, Iran, Irak, Kuwait dan Venezuela. OPEC dipimpin oleh seorang sekretaris jenderal dengan 5 departemen yaitu administrasi, penerangan, hukum, ekonomi dan teknik serta dua biro yaitu sekretariat jenderal dan unit statistik.

Tujuan OPEC :
a.        Tujuan ekonomi yaitu mempertahankan harga minyak dan menentukan harga sehingga menguntungkan negara-negara produsen
b.        Tujuan politik yaitu mengatur hubungan dengan perusahaan-perusahaan minyak asing atau pemerintah negara-negara konsumen

Lembaga-lembaga OPEC :
a.       Conference (Konferensi)
b.       Board of Governors (Dewan Gubernur)
c.       Economic Commission Board (Dewan Komisi Ekonomi)
d. Sekretariat

3.       NATO (North Atlantic Treaty Organization)
Pakta Pertahanan Atlantik Utara (North Atlantic Treaty Organization : NATO) berdiri pada tanggal 5 April 1949, diprakarsai oleh Amerika Serikat, Belgia, Denmark,  Inggris, Luxemburg, Belanda, Norwegia, Prancis, Portugal, Turki dan Yunani. Organisasi ini merupakan bentuk kerja sama regional dalam bidang militer dan pertahanan negara-negara Atlantik Utara.

Tujuan NATO :
a.       Menyelesaikan persengketaan secara damai
b.       Tidak menggunakan ancaman militer dalam kalangan internasional
c.       Membela negara anggota dengan pendirian bahwa ancaman pada satu negara anggota merupakan ancaman seluruh NATO
d.       Menghilangkan persengketaan politik internasional

Susunan organisasi NATO :
a.       North Atlantic Council merupakan suatu dewan tertinggi
b.       International Secretary (dikepalai oleh seorang sekretaris jenderal)
c.       Military Committeee dipimpin oleh seorang panglima tertinggi

4.       Liga Arab (League of Arab States)
Liga Arab didirikan sebagai hasil konferensi antarnegara Arab yang diadakan di Alexandria, Mesir pada tanggal 22 Maret 1945. Keanggotaannya terbuka bagi setiap negara Arab. Faktor yang mendorong berdirinya Liga Arab adalah untuk menentang kekuatan militer Inggris dan Prancis di Timur Tengah dan Zionis Israel, serta menuntut berdirinya negara Palestina yang merdeka.

Tujuan Liga Arab :
a.       Mengkoordinasi berbagai kegiatan politik para anggota sehingga terjamin kerjasama dan terpeliharanya kedaulatan setiap anggota
b.       Memupuk kerjasama di bidang ekonomi, komunikasi, kebudayaan, sosial dan lain-lain
c.       Melarang menggunakan kekerasan senjata dalam penyelesaian sengketa negara anggota

Struktur organisasi Liga Arab :
Markas besarnya di Kairo (Mesir). Liga Arab dipimpin oleh seorang sekretaris jenderal. Selain itu juga adanya Badan council yang merupakan badan tertinggi, terbentuk dari wakil-wakil setiap negara.
Anggota bersidang 2 kali setahun. Sedangkan bidang-bidang kebudayaan, ekonomi, kebudayaan dan bidang lainnya ditangani oleh komite-komite yang bertanggung jawab pada council.

5.       OKI (Organisasi Konferensi Islam)
Secara resmi berdiri di Jeddah, Arab Saudi pada tahun 1971 untuk menanggulangi solidaritas Islam.
Organisasi ini diprakarsai oleh Raja Faisal bin Abdul Aziz dan didirikan oleh beberapa negara Islam, yakni Maroko, Malaysia, Pakistan, Arab Saudi, Somalia dan Nigeria. Keanggotannya multirasial dan hingga sekarang jumlah anggota sebanyak 46 negara.

Tujuan OKI :
a.       Memajukan solidaritas Islam di antara negara anggota
b.       Memperkuat kerjasama antarnegara anggota dalam bidang ekonomi, sosial, budaya, ilmu pengetahuan dan bidang-bidang lainnya, serta mengadakan perundingan
c.       Mengupayakan seoptimal mungkin untuk menghilangkan pemisah rasial, diskriminasi serta kolonialisme
d.       Menyokong kegiatan perdamaian dan keamanan internasional demi tercapainya keadilan sosial
e.       Mengatur dan melindungi tempat-tempat suci, menyokong dan membantu perjuangan rakyat Palestina
f.         Membentuk suasana yang harmonis demi meningkatkan kerjasama antarnegara dan negara-negara lain
g.       Memperkuat perjuangan umat Islam untuk melindungi martabat umat, ketidaktergantungan dan hak setiap negara Islam.

Struktur organisasi OKI :
a.       Badan utama, terdiri atas berbagai bagian sebagai berikut :
1)      Konferensi para raja dan kepala negara/ pemerintahan (KTT) yang diadakan setiap 3 tahun
2)      Sekretaris jenderal yang merupakan badan eksekutif, berkedudukan di Kuwait
3)      Konferensi para menteri luar negeri (setiap tahun)
4)      Mahkamah Islam internasional yang merupakan badan yudikatif berkedudukan di Kuwait
b.       Komite-komite khusus, terdiri atas antara lain komite tetap keuangan dan komite ekonomi sosial dan budaya
c.       Badan-badan subsider yang bergerak di bidang ekonomi maupun sosial budaya
d.       Lembaga dan organisasi dalam rangka OKI yang bersifat otonom

6.       Negara-negara Nonblok
Negara-negara Nonblok adalah negara yang tidak memihak kepada salah satu blok, baik blok barat maupun blok timur. Negara Nonblok timbul sebagai akibat munculnya kekuatan besar setelah Perang Dunia II, yaitu blok barat (AS dan sekutunya) dan blok timur (Uni Soviet dan sekutunya).

Asas-asas Gerakan Nonblok :
a.       Gerakan Nonblok bukan merupakan blok tersendiri dan tidak termasuk gerakan salah satu blok yang ada
b.       Gerakan Nonblok merupakan wadah perjuangan negara-negara yang sedang berkembang
c.       Gerakan Nonblok memegang teguh prinsip perjuangan melawan imperialisme, kolonialisme, neokolonialisme, rasialisme dan zionisme.

Tujuan Gerakan Nonblok :
a.       Mendukung perjuangan dekolonisasi dan memegang teguh perjuangan melawan imperialisme, kolonialisme, neokolonialisme, rasialisme, apartheid dan zionisme
b.       Wadah perjuangan negara-negara yang sedang berkembang
c.       Mengurangi ketegangan blok barat yang dipimpin oleh Amerika Serikat dan blok timur yang dipimpin oleh Uni Soviet/ Rusia
d.       Tidak membenarkan usaha penyelesaian sengketa dengan kekerasan senjata


7.       APEC (Asia Pacific Economic Cooperation)
APEC berdiri pada bulan November 1989 di Australia. APEC semula dimaksudkan sebagai forum konsultasi ekonomi di antara 12 negara Asia Pasifik, antara lain ASEAN, Amerika Serikat, Kanada, Jepang, Korea Selatan, Australia dan Selandia Baru.
Gagasan pembentukan APEC diusulkan oleh perdana menteri Australia saat itu, yaitu Bob Hawka yang dilatarbelakangi oleh kondisi ketidakpastian perkembangan situasi politik dan ekonomi dunia. oleh sebab itu perlu adanya forum nonformal untuk membicarakan liberalisasi perdagangan dan intervensi.
Tujuan kerjasama APEC :
a.       Menjalin kerjasama ekonomi antarbangsa di Asia Pasifik yang semakin erat atas dasar saling menguntungkan
b.       Meningkatkan kerjasama di bidang ekonomi bagi kemajuan dan kesejahteraan bersama
c.       Memperkuat kemampuan masing-masing dan kemampuan anggotanya untuk memperjuangkan kepentingan bersama termasuk dalam forum multilateral yang lebih luas

Keanggotaan APEC  :
Pada mulanya APEC memiliki 12 negara anggota, yakni Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, Singapura, Brunai Darussalam, Amerika Serikat, Kanada, Jepang, Korea Selatan, Selandia Baru. Kemudian saat Konferensi tingkat menteri di Seoul tahun 1991 negara RRC, Taiwan dan Hongkong menjadi anggota APEC. Pada saat pertemuan di Seatle (Amerika Serikat) bertambah menjadi 18 anggota dengan masuknya negara Meksiko, Papua Nugini dan Cile.

8.       CGI (Consultative Group Indonesian)
CGI didirikan pada tahun 1992, merupakan pengganti IGGI (Inter Governmental Group on Indonesia). Negara yang tergabung adalah Australia, Belgia, Kanada, Prancis, Jerman Barat, Italia, Jepang, Belanda, Selandia Baru, Swiss, Inggris dan AS. IGGI tidak berfungsi sejak tanggal 25 Maret 1992.
Tujuan CGI :
Adalah membantu pembangunan Indonesia untuk pengembangan berbagai proyek di Indonesia. Bantuan berupa pinjaman yang harus diangsur dalam jangka waktu 30 sampai 50 tahun.
Anggota CGI :

Terdiri atas badan-badan internasional dan negara-negara maju. CGI pertama kali bersidang di Paris tanggal 16-17 Juli 1992 dan dihadiri oleh 10 Badan Internasional dan 18 negara. Badan Internasional yang membantu CGI antara lain Bank Dunia, Bank Pembangunan Asia, Kuwait FUnd, Saudi Fund, IDB (Islamic Development Bank), IFAD, UNICEF, Nordic Investment Bank, EIB (European Investment Bank), sedang negara yang mendukung adalah Jepang, Jerman, Amerika Serikat, Australia, Inggris, Belgia, Prancis, Selandia Baru, Denmark, Swiss, Finlandia, Korea, Swedia, Spanyol, Austria, Kanada, Norwegia, dan Italia.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar