a. Pendekatan sistem
politik : interaksi yang abstrak tentang tata cara
menjalankan pemerintahan atau hak kekuasaan negara
b. Pendekatan struktur
politik
1. Adalah : badan atau organisasi yang dibentuk sekelompok
orangberhubungan dengan sistem politik suatu negara
2. Macam struktur
politik
1. Infrastruktur Politik :
kehidupan politik rakyat yang berkaitan dengan pengelompokan warganegara
kedalam berbagai golongan
a. Partai politik
b. Tokoh politik
c. Kelompok kepentingan
d. Kelompok penekan
e. Kelompok mahasiswa
f. Kelompok wartawan
g. Media komunikasi politik
2. Suprastruktur politik : Kehidupan politik pemerintahan yang berkaitan dengan
lembaga-lembaga negara, serta hubungan antar lembaga negara yang ada
a. Legistlatif : terdiri dari DPR dan DPD
b. Eksekutif : terdiri dari Presiden/wapres dan Kabinet
c. Legistlatif dan eksekutif sama-sama membuat undang-undang
atau peraturan
d. Yudiikatif yg terdiri dari MA, MK dan KY bertugas
menegakan hukum dan UU yang dibuat Legistlatif dan eksekutif
e. Dalam melakukan semua kegiatannya
triaspolitika(legistlatif, eksekutif, yudikatif) dibiayai negara dengan
menggunakan APBN
f. Eksaminatif terdiri dari BPK mengawasi penggunaaan APBN
oleh triaspolitika
3. Hubungan Infrastruktur dan Suprastruktur
a. Infrastruktur
memberikan masukan dan tuntutan kepada infrastruktur
b. Suprastruktur membuat
keputusan dengan mempertimbangkan masukan dan tuntutan dari infrastruktur
c. Setelah keputusan
selesai dibuat Infrastruktur dan suprastruktur akan melaksanakan kebijakan yang
dibuat suprastruktur
c. Pendekatan sejarah,
sosialisasi politik : proses dimulainya
seorang individu mulai mengenali sistem
politik,dapat menentukan persepsi, hingga dapat menanggapi gejala-gejala politik
d. Buaya politik : sikap dan cara berpikir warga negara terhadap sistem
politik dan bagaimana mereka bertindak terhadap sistem politik
e. Partisipasi politik
1. Adalah : kegiatan seorang atau
kelompok orang untuk ikut serta secara aktif dalam kehidupan politik sehingga
dapat mempengaruhi kebijakan pemerintah
2. Contoh partisipasi
politik : memberikan suara dalam pemilu, menghadiri rapat umum, menjadi
anggota partai atau kelompok kepentingan, mengadakan pendekatan dengan pejabat
pemerintah
3. Bentuk Partisipasi Politik
a. Partisipasi tidak
intensif
: partisipasi politik yang tidak banyak menyita waktu dan biasanya tidak
berdasarkan prakarsa sendiri.
Contoh:
1. memberi suara dalam
Pemilu
2. kegiatan
kampanye,
3. komunikasi individual
dgn pejabat politik
4. menulis artikel
politik di media
b. Partisipasi
intensif : partisipasi politik yang menyita waktu dan biasanya
berdasarkan prakarsa sendiri Contoh :
1. menghadiri rapat
umum,
2. menjadi
anggota/pimpinan kelompok kepentingan
3. mendiskusikan masalah
politik
4. memberi perhatian
pada perkembangan politik
5. Sebagai partisipan
menjadi petugas kampanye
6. Demonstrasi
f. Partai politik
: suatu kelompok
terorganisasi yang anggota-anggotanya mempunyai orientasi, nilai-nilai serta
cita-cita yang sama dan mempunyai tujuan memperoleh kekuasaan politik untuk
melaksanakan kebijakan mereka.
g. Lembaga-lembaga
Negara : organisasi yang dibuat oleh suatu Negara dengan tujuan
untuk membangun negara itu sendiri
Contoh : Legistlatif,
eksekutif, yudikatif, eksaminatif, TNI,
h. Kestabilan politik
: suatu sistem
pemerintahan dimana sistem tersebut tidak ada perbedaan dengan keinginan
masyarakat
2. Perbedaan pemilu Orde Lama, Orde Baru dan Reformasi
Orde Lama
|
Orde Baru
|
Reformasi
|
Pemilu 1955 merupakan pemilu pertama di RI
|
Diadakan pemilu tanggal 3 Juli 1971diikuti 9 Partai
politik dan 1 ormas
|
Pemilu 1999 adalah pemilu pertama pasca setelah
ORBA di bawah kepemimpinan
B.J. Habibie diikuti oleh 48 partai politik
|
Landasannya UU No.7 tahun 1953
|
LandasannyaUU No. 15 Tahun 1969 tentang Pemilu dan UU No. 16
tentang Kedudukan MPR, DPR dan DPRD
|
pemilu 2004 memilih presiden, DPR, DPRD I, dan DPRD II dan DPD
|
Pemilu 1955 ada 2 putaran. memilih anggota DPR pada 29 September 1955.
memilih anggota Konstituante pada 15 Desember 1955
|
Pada tahun 1975 diadakanlah fusimenjadi dua
partai yaitu (PPP&PDI) dan Golkar
|
Pemilu 2009 threshold naik 2,5%.
|
Terdapat 34 partai partai dan ormas
|
Pemilu 1977, 1982, 1987, 1992, dan 1997.
Yang diselenggarakan dibawah Presiden Soeharto semua dimenangkan golkar
|
Tidak ada batasan partai
|
Terdapat 10 partai tahun 1971 dan dan 3
partai pada 1977
|
||
Pemilu 29 Mei 1997 merupakan Pemilu terakhir di masa administrasi
Presiden Suharto.
|
||
3. Partisipasi
politik :kegiatan seorang atau kelompok orang untuk ikut serta dalam kehidupan
politik untuk mempengaruhi kebijakan pemerintah
4. Bentuk partisipasi politik
1. Partisipasi tidak
intensif : partisipasi politik yang tidak banyak menyita waktu dan
biasanya tidak berdasarkan prakarsa sendiri.
Contoh:
1. memberi suara dalam
Pemilu
2. kegiatan
kampanye,
3. komunikasi individual
dgn pejabat politik
4. menulis artikel
politik di media
2. Partisipasi intensif
: partisipasi politik yang menyita waktu dan biasanya berdasarkan prakarsa
sendiri
Contoh :
1. menghadiri rapat
umum,
2. menjadi
anggota/pimpinan kelompok kepentingan
3. mendiskusikan masalah
politik
4. memberi perhatian
pada perkembangan politik
5. Sebagai partisipan
menjadi petugas kampanye
6. demonstrasi
5. FAKTOR-FAKTOR
PENYEBAB MELUASNYA PARTISIPASI POLITIK
a. Modernisasi
b. Perubahan-perubahan
struktur kelas sosial
c. Pengaruh kaum
intelektual dan komunikasi massa modern
d. Konflik diantara
kelompok-kelompok pemimpin politik
e. Keterlibatan
pemerintah yang meluas dlm urusan sosial, ekonomi, dan kebudayaan
6. Partai Politik: suatu kelompok
terorganisasi yang anggota-anggotanya mempunyai orientasi, nilai-nilai serta
cita-cita yang sama dan mempunyai tujuan memperoleh kekuasaan politik untuk
melaksanakan kebijakan mereka.
7. Kelompok kepentingan :suatu kelompok yang anggotanya
mempunyai tujuan yang sama. untuk mempengaruhi kebijakan pemerintah demi tercapainya
tujuan tersebut.
8. Militer : Merupakan sebuah organisasi dalam
suatu negara yang menjadi alat bagi pemerintahan untuk menjaga ketahanan sebuah
negara dari serangan asing
9. Tipe-Tipe Militer
a. Militer profesional:
Knowledge and Skill : Militer jenis ini menyatakan mereka sebagai instrument
Negara.
b. Militer
pretorian: militer jenis ini memiliki keahlian dan pengetahuan yang tidak tidak
terspesialisasikan. Mereka mengabdi pada bangsa dan Negara melalui dominasi
Militer Pretorian dibagi 3
1. Pretorian moderen
otokrasi. Jenis militer
ini merupakan pemerintahan oleh satu orang berbentuk tirani.
2. Pretorian moderen
oligarki. Jenis militer
ini berusaha menguasai kelembagaan politik negara dalam bentuk korporasi atau
klik internal elit perwira tinggi militer.
3. Pretorian moderen
otoriter: jenis
mengintervensi kekuasaan dengan cara berfusi dengan elit sipil
c. Militer
revolusione: militer jenis ini memiliki keahlian dan pengetahuan
profesional yang ditunjukan kepada nilai-nilai sosial dan politik.
10. Birokrasi :suatu organisasi pemerintahan yang mempunyai hubungan
satu dengan yang lain berbentuk piramida, yang memiliki fungsi, untuk mencapai
suatu visi, misi, tujuan yang telah ditetapkan
11. Fungsi birokrasi :
a. melaksanakan
pelayanan publik
b. pelaksana pembangunan
yang profesional
c. perencana,
pelaksanan, dan pengawas kebijakan
d. alatpemerintah untuk
melayani kepentingan masyarakat dan negara yang bukanmerupakan bagian dari
politik
12. Klasifikasi Birokrasi
a. Dilihat dari sisi
pelaksana
1. Birokrasi sektor privat
(contoh: perusahaan swasta, NGO,sekolah swasta, dll)
2. Birokrasi sektor publik
(contoh: pemerintah pusat, pemerintah daerah, dll)
b. Dilihat dalam arti
luas dan sempit
1. Birokrasi eksekutif (contoh:
kabinet, departemen, kementeriannegara, dll)
2. Birokrasi negara (eksekutif,
legistlatif, yudikatif)
c. Dilihat dari
tingkatan pemerintahan
1. Pemerintah Pusat
2. Pemerintah Provinsi
3. Pemerintah Kabupaten/Kota
4. Pemerintah Desa
13. Trias politica : anggapan
bahwa kekuasaan negara terdiri dari tiga macam kekuasaan yaitu : Lembaga
legislatif: MPR, DPR,Lembaga Eksekutif: Presiden dan
wapres(tingkat regional), gubernur(provinsi),
bupati/walikota(kabupaten/kotamadya), Lembaga Yudikatif :MA, MK, KY
14. Fungsi Legistlatif :
a. Melakukan pembahasan,
diskusi, dan pemilihan kebijakan-kebijakan
b. sarana untuk membuat
sikap-sikap populer dan nilai yang berdampak kepada pemerintahan dan politik
secara umum atau dikenal dengan sosialisasi politik
c. Rekrutmen
pemimpin-pemimpin politik
d. Memformulasikan dan
menegakkan legislasi
e. Mewakili berbagai
kepentingan masyarakat
15. Fungsi eksekutif :
a. Menerapkan dan
menjalankan hukum
b. sebagai kepala
pemerintahan
16. Fungsi Yudikatif :
a. MA :
1. mengadili kasus hukum
pada tingkat kasasi
2. menguji peraturan
perundang-undangan di bawah undang-undang terhadap undang-undang
3. mempunyai wewenang
lain yang diberikan oleh undang-undang
b. MK :
1. mengadili keputusan
final untuk menguji undang-undang
2. memutuskan sengketa
kewenangan lembaga memutus pembubaran partai politik
3. memutus
perselisihan tentang hasil pemilihan umum.
c. KY :
1. mengusulkan
pengangkatan hakim agung
2. menjaga dan
menegakkan kehormatan, martabat hakim.
17. Politik luar negeri : strategi dan taktik yang
digunakan oleh suatu negara dalam hubungannya dengan negara-negara lain

Tidak ada komentar:
Posting Komentar